Liputan6.com,
Jakarta: Pasangan ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir menyabet
gelar juara ganda campuran All England 2012 di Birmingham, Inggris.
Kemenangan ini bukan saja menjadi kebanggaan PB Djarum dan PB Tangkas
Alfamart, tapi juga diharapkan menjadi titik kebangkitan kejayaan
Indonesia di bidang bulutangkis.Gelar Juara All England di kelas ganda
campuran ini merupakan kemenangan yang kembali dicapai Indonesia sejak
33 tahun lampau berhasil diraih pasangan ganda campuran Christian
Hadinata/Imelda Wiguna pada 1979. Atas prestasi ini, berdasarkan rilis
yang diterima Liputan6.com, Rabu (21/3), Tontowi Ahmad dan Liliyana
Natsir diberikan penghargaan dalam bentuk deposito masing-masing
senilai Rp 200 juta oleh klub asal mereka. Dalam kejuaraan ini,
Tontowi/Liliyana berhasil meraih medali emas setelah mengalahkan
pasangan ganda campuran asal Denmark Thomas Laybourn/Rytter Juhl dua
set langsung 21-17 dan 21-19 [baca: Tontowi-Liliyana Juara Swiss
Terbuka].Kemenangan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir ini otomatis menambah
daftar panjang atlet PB Djarum dan atlet PB Tangkas Alfamart peraih
medali emas All England. Sebelumnya ada sembilan orang atlet PB Djarum
peraih medali emas All England di berbagai nomor mulai dari Liem Swie
King, Ardi B. Wiranata, dan Hariyanto Arbi pada tunggal putra. Lalu
Rudy Gunawan, Christian Hadinata, Eddy Hartono, Kartono, Heryanto dan
Sigit Budiarto yang meraih medali emas melalui nomor ganda putra.
Sementara dari PB Tangkas Alfamart ada Ade Chandra, Rexy
Mainaky/Ricky Subagja, dan Verawaty. Dengan ini PB Djarum dan PB
Tangkas Alfamart mengukuhkan posisinya sebagai salah klub bulutangkis
Indonesia yang berhasil menyumbangakan atlet peraih juara All England.
Pada kesempatan ini, legenda-legenda bulutangkis tersebut turut hadir
untuk merayakan prestasi juara yang kembali diraih oleh Indonesia di
kejuaraan All England.Pemberian bonus ini merupakan bentuk konsistensi
PB Djarum dalam mengapresiasi kerja keras atletnya yang menjuarai
turnamen – turnamen tertentu seperti All England ini.
“Kami sangat senang dengan pencapaian Tontowi. Ini merupakan
gelar pertama All England untuk ganda campuran setelah 33 tahun lalu
melalui pasangan Christian Hadinata/Imelda Wiguna. Ini momen penting
untuk kebangkitan bulutangkis Indonesia, khususnya untuk PB Djarum.
Pemberian bonus ini juga sebagai motivasi untuk atlet PB Djarum lainnya
untuk mencapai prestasi setinggi-tingginya.” Ujar Yoppy
Rosimin, Program Director Bakti Olahraga Djarum
Foundation.“Saya tidak menyangka dapat menjuarai turnamen
ini. Ini merupakan emas All England pertama saya. Usaha dan latihan
keras saya seolah terbayarkan oleh gelar ini.” Ujar Tontowi.
“Saya sangat berterima kasih kepada PB Djarum atas
penghargaan ini. Hal ini memicu saya pribadi untuk meningkatkan
kualitas saya sebagai pemain bulutangkis professional di masa
mendatang.”Dalam perjalanannya, PB Djarum dan PB Tangkas
telah melahirkan banyak sekali atlet-atlet legendaris, mulai dari Liem
Swie King, Kartono, Christian Hadinata, Hastomo Arbi, Hadiyanto,
Heryanto, dan Hadibowo yang mendapat julukan “The Magnificent
Seven of Djarum” karena prestasi gemilangnya di era 70-80an.
Pada dekade 1990, generasi berikutnya muncul sosok Hariyanto Arbi, Alan
Budi Kusuma, Ardy B. Wiranata, Eddy Hartono, Rudy Gunawan, Denny
Kantono dan Antonius Budi Ariantho. Sementara di bagian putri ada Yuni
Kartika, Yuliani Sentosa, Minarti Timur, Ellen Angelina dan Zelin
Resiana. Sedangkan dari PB Tangkas Alfamart ada Icuk Sugiarto, Hermawan
Susanto, Hendrawan, Richard Mainaky, Rexi Mainaky, Ricky Subagja, Joko
Suprianto, Verawaty, dan Nova Widianto.Mereka semua turut memberikan
andil penting dalam era keemasan bulutangkis Indonesia. Gelar-gelar
bergengsi seperti All England, Kejuaraan Dunia, Piala Thomas, Piala
Uber, hingga Olimpiade berhasil mereka menangkan secara bergiliran.(AIS)
0 comments:
Post a Comment