Facebook Tidak Yakin Tembus China

Facebook Tidak Yakin Tembus China
CALIFORNIA - Facebook bisa kehilangan jangkuannya ke China karena kebijakan sensor negara tersebut yang begitu ketat. Namun, jejaring sosial rintisan Mark Zuckerberg tersebut nampaknya masih terus berusaha melakukan evaluasi untuk masuk ke Negeri Tirai Bambu itu.
Analis meramalkan, Facebook tidak akan segera mendapat kondisi yang menguntungkan di Cina. Pasar di sana sudah memiliki situs jejaring sosial lokal yang populer, juga sedang bergerak ke situs microblogging menyerupai Twitter. Demikian diwartakan NetworkWorld, Jumat (3/2/2012).
"China adalah pasar potensial yang besar untuk Facebook, namun pengguna umumnya dilarang mengakses Facebook dari China. Kami tidak tahu akankah bisa menemukan sebuah pendekatan untuk mengelola konten dan informasi yang bisa disepakati kedua belah pihak," tulis Facebook dalam sebuah berkas pengajuan initial public offering (IPO).
Spekulasi di Facebook memasuki pasar China muncul pada akhir 2010, ketika Mark Zuckerberg mengunjungi beberapa perusahaan IT besar di negara itu. Tetapi untuk memasuki pasar Negeri Tirai Bambu tersebut, Facebook harus mematuhi undang-undang sensor China, yang memaksa situs jejaring sosial menghapus konten kritis terhadap pemerintah. Selain Facebook, beberapa situs internet lainnya seperti YouTube dan Twitter saat ini juga diblokir di China.
Pemerintah China selalu gugup tentang Facebook, kata Bill Bishop, seorang analis independen yang mengamati pasar Internet Cina. Peran Facebook tahun lalu sebagai forum untuk para demonstran untuk mengatur protes terhadap pemerintah di Timur Tengah dan Afrika Utara hanya memperbesar kekhawatiran itu.
"Jika Facebook ingin datang ke China, itu baik, tapi sangat tidak mungkin terjadi dalam waktu dekat atau jangka menengah," tambah Bishop.
Tapi di sisi lain, nampaknya ini akan sangat sulit bagi Facebook. Mengingat saat ini banyak pengguna Internet China yang bergerak menjauh dari Renren dan situs jejaring sosial lainnya yang menyerupai Facebook, dan berbondong-bondong pergi ke situs microblogging, yang dijalankan oleh perusahaan lokal. Jumlah pengguna layanan microblogging tersebut pun saat ini sudah mencapai 250 juta pengguna.

0 comments:

Post a Comment