Orang Dewasa Lebih Menikmati Kegiatan Online

Orang Dewasa Lebih Menikmati Kegiatan Online
CALIFORNIA - Jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter sering dianggap sebagai situs remaja. Tapi menurut survei, ternyata orang dewasa lebih banyak memiliki waktu yang baik ketika menggunakan jejaring sosial dibandingkan remaja.
Remaja memang memiliki waktu yang baik di situs jejaring sosal, tapi menurut survei orang dewasa justru menikmati lebih banyak waktu dibandingkan mereka.
Dilansir Daily Mail, Senin (13/2/2012), survei perwakilan telepon dari orang dewasa di Amerika ini dilakukan oleh Pew Rsearch Center. Dari hasil survei itu, diketahui sebanyak 68 persen orang dewasa mengatakan, bahwa mereka memiliki pengalaman yang memberikan perasaan lebih baik pada diri sendiri ketika menggunakan jejaring sosial.
Angka tersebut memang cukup besar, sementara itu sebanyak 61 persen juga mengatakan memiliki pengalaman yang membuat rasa nyaman terhadap orang lain. Maka dari hasil survei, bisa dikatakan pengguna orang dewasa memiliki kedua pengalaman tersebut, baik pada diri sendiri atau pun orang lain.
Kemudian hasil penelitian itu juga mengungkapkan, bahwa 39 persen dari orang dewasa merasakan kebaikan oleh pengguna jejaring sosial yang lain. Sedangkan 36 persen mengatakan, kadang kebanyakn orang lain berperilaku dengan murah hati dan suka menolong.
Meskipun begitu, harus diakui di jejaring sosial memang tidak hanya memberikan pengalaman yang baik. Orang dewasa juga melihat adanya perilaku yang tidak menyenangkan seperti yang kerap dialami remaja.
Menurut survei, orang dewasa kemungkinan lebih bisa mengatasi pengalaman yang tidak menyenangkan, dengan tidak terpengaruh dan lebih mengabaikan perilaku yang tidak sopan.

Bocoran Samsung Galaxy Mini 2 Beredar

Bocoran Samsung Galaxy Mini 2 Beredar
SEOUL - Samsung Galaxy Mini S5570 sudah beredar selama setahun ini, dan tampaknya ponsel cerdas tersebut kini akan mendapat penerus. Belakangan di internet, beredar gambar promo Samsung Galaxy mini S6500, yang memiliki kode panggilan Jena.
Seperti diwartakan GSM Arena, Senin (13/2/2012), bocoran gambar promo itu mengungkap beberapa spesifikasi yang mengindikasikan perangkat cerdas tingkat low-end, berada di antara dua Android populer Galaxy Y dan Galaxy Ace.
Beberapa spesifikasi telah mengalami peningkatan dibandingkan pendahulunya. Galaxy mini 2, kini dibekali layar 3,3 inci yang lebih luas, dengan resolusi HVGA yang lebih tinggi. Dapur pacunya pun mengalami peningkatan dengan prosesor berkecapatan 800MHz. Sedangkan ruang penyimpanannya berkapasitas 3GB.
Galaxy mini 2 S6500 akan mengadopsi sistem operasi Android 2.3 Gingerbread, dan dilengkapi kamera berkekuatan 3 megapixel. Untuk masalah konektivitas, ponsel cerdas tersebut mendukung HSDPA 7,2Mbps.
Desain body-nya menampilkan sudut membulat serupa Galaxy Mini pendahulunya, tapi dengan menyematkan tombol home pada bagian bagian bawah, S6500 cenderung terlihat mirip 'bayi' Galaxy S.
Gambar promo yang bocor ke GSM Arena tersebut melabeli Samsung Galaxy mini 2 S6500 dengan "Februari 2012", yang bisa saja berarti kemunculan debutnya terjadi di Mobile World Congress tahun ini.

Apple Permasalahkan Paten Motorola & Qualcomm

Apple Permasalahkan Paten Motorola & Qualcomm
CALIFORNIA - Aksi gugatan Apple masih terus berlangsung, yang terbaru perusahaan itu menggugat Motorola Mobility akhir pekan lalu di pengadilan Amerika Serikat (AS). Rupanya Apple ingin melanjutkan tren kemenangan yang sudah diraih di pengadilan Jerman.
Dalam laporan yang masuk di pengadilan federal San Diego, Motorola Mobility tersandung masalah lisensi paten di bawah kerja sama antara Motorola dan Qualcomm. Seperti diketahui, Apple dan Motorola sudah terlibat perang lisensi paten, yang mempertaruhkan jutaan dollar.
Sayangnya, juru bicara Motorola Christa Smith enggan membeberkan komentar mengenai spesifikasi kasus yang dihadapi perusahaanya, tetapi dia mengakatakan "AKan terus melawan demi melindungi hak patennya."
Dilansir melalui Reutres, Senin (13/2/2012), perwakilan Apple juga enggan memberikan komentarnya dan pihak Qualcomm tidak bisa dihubungi untuk dimintai komentarnya terkait masalah ini.
Yang jelas, Apple mengatakan bahwa sebagai pemilik salah satu lisensi paten Qualcomm, Apple adalah penerima manfaat pihak ketiga dari perjanjian Motorola dengan Qualcomm. Menurut Apple, hak paten Motorola bawah tertentu telah habis.

Ini Bocoran Soal Windows Phone LG

Ini Bocoran Soal Windows Phone LG
SEOUL - Sejak munculnya sistem operasi Windows Phone (WP) 7 pada 2010 lalu, L:G nampak belum berniat untuk mengadopsinya. Namun di internet belakangan ini, banyak beredar bocoran mengenai LG Miracle yang mengusung WP 7.
Seperti dawartakan Pocket-lint, Sabtu (11/2/2012), Miracle tampaknya bukan ponsel cerdas setingkat HTC Titan atau Nokia Lumia yang berada di jajaran top end. Spesifikasi yang terungkap mengindikasikan bahwa LG Miracle berada di jajaran perangkat mid-end level pemula.
Kabarnya, WP dari LG tersebut memiliki layar WVGA NOVA seluas 4 inci yang mestinya nampak berkilau. Dapur pacunya menggunakan prosesor Qualcomm Snapdragon berkecepatan 1GHz, kapasitas penyimpanan seluas 8GB, kamera belakang berkekuatan 8 megapixel, serta webcam VGA di bagian depan.
Ponsel cerdas tersebut mendukung konektivitas HSPA 14,4 Mbps, 5.0GHz-capable 802.11a/b/g/n/ WiFi, Bluetooth 3.0 dan Near Field Communication (NFC). Namun yang sedikit membingungkan adalah keberadaan NFC, karena platformnya belum mendukung kemampuan itu.
Tampaknya saat ini LG sedang sibuk dengan persiapan menuju Mobile World Congress (MWC), yang digelar akhir bulan ini di Barcelona. Selain beredarnya bocoran mengenai LG Miracle, baru-baru ini LG juga menggoda penggemarnya lewat LG Optimus Vu, yaitu perangkat cerdas berbasis Android yang disiapkan untuk menantang Samsung Galaxy Note.

Google Hadirkan Chrome 17 dengan Kecepatan & Keamanan

Google Hadirkan Chrome 17 dengan Kecepatan & Keamanan
CALIFORNIA - Google secara resmi telah merilis web browser besutannya versi terbarunya, Chrome 17. Kehadiran alat peramban ini hadir dengan beberapa update atau fitur-fitur unggulan.
Pembaruan datang hampir dua bulan setelah peluncuran Chrome 16, sebulan setelah Chrome 17 memasuki versi beta dan hanya sehari setelah Chrome hadir di Android. Chrome 17 ini menawarkan beberapa keunggulan dalam hal kecepatan browsing dan security. Demikian dilansir Gizmodo, Kamis (9/2/2012).
Google mengklaim bahwa Chrome 17 ini dapat mempercepat aktivitas browsing pengguna. Bahkan, sebelum user selesai mengetik alamat yang ingin ia tuju, secara otomatis Chrome 17 akan mulai membuka (loading) web tersebut. "Dengan fitur URL auto-completed, maka Chrome 17 akan memulai proses prerendering halaman web" Ujar Dominic Harmon, Google engineer.
Tidak hanya kemampuan dalam browser yang cepat, fitur security juga ditingkatkan pada Chrome 17 saat user mengunduh file (versi Chrome sebelumnya), maka dengan update Chrome 17 ini secara otomatis program akan mengecek file dan reputasi website tersebut agar terhindar dari konten berbahaya (virus/malware).
Sumber mengatakan, apabila users mencoba mengunduh file instalasi windows (.Exe atau .Msi), Chrome 17 akan menganalisis file tersebut dan menandakan apabila ada file yang mencurigakan. Chrome juga dilengkapi dengan fitur anti-phishing. Chrome 17 mendukung sistem operasi Windows, Mac OS X, dan Linux.
Sementara itu, dalam waktu dekat, Google akan mulai meluncurkan update untuk Chrome OS (Chromebook) untuk lebih menyempurnakannya. Dengan fitur editing foto baru, pengguna Chromebook akan dapat dengan cepat melihat, mengedit dan berbagi foto di web.

If You Like Skyrim, You'll Love These Games

The Elder Scrolls V: Skyrim
There are few games out there that can truly emulate the same detail and care that Bethesda Softworks has put into the world that is Skyrim. To its credit, the company has been perfecting the open-world fantasy epic genre for ages. It's been 17 years since it first released The Elder Scrolls: Arena, and since then, Bethesda has been constantly expanding and improving the Elder Scrolls series.
Skyrim is a world that feels whole; its lore and characters make it feel like it's been there for ages, and will continue to thrive after you've climbed every mountain and killed the last dragon. The game provides an array of things to do; personally, I'm looking forward to tracking down the Dark Brotherhood and climbing the "Throat of the World," the highest mountain in Skyrim. And, as I said before, there are few games—aside from tabletop Dungeons and Dragons—that can create such a custom experience for each player.
But eventually your adventures in Skyrim will come to an end, so you may be in the market for a game to help you transition back into, well, a world without Skyrim. We've compiled a list of RPGs and open-world RPGs that feature some similar aspects of gameplay, in one way or another, to Bethesda's open-world fantasy epic. Some of these titles merely graze the surface, providing an entertaining story for you to play by, while others will allow you to delve into a dynamic world full of choice where you can truly lose yourself.
Fallout New Vegas
Fallout New Vegas is Bethesda Softwork's open-world RPG, but with a post-apocalyptic spin. While you may not be able to choose between being an Orc or Argonian, you can create a character who looks just as ugly. Jokes aside, New Vegas's character skill-building options are as well thought out as a Dungeon and Dragons character sheet. However, Skyrim's system follows a different model that levels the skills you use. New Vegas gives you plenty of opportunities to fall into the world, by giving you the option to take up many interesting side missions in addition to the main story.
Star Wars: Knights of the Old Republic
Knights of the Old Republic taps into the Star Wars universe like no other game, creating a dynamic world with a compelling main storyline. Your Darkside or Lightside choices allow the story to branch out, giving each player a unique experience and ultimately effecting the game's end, before coming back to a very specific plot point after you've progressed. KOTOR won't provide the same custom player experience as Skyrim, but it comes close. However, there may be a possible successor in the upcoming MMORPG, The Old Republic, which is slated for release in December.
Dark Souls
Dark Souls is one of the few titles that comes the closest to emulating the dense amount of detail and things to do in an open world RPG like Skyrim. However, this game is not for the faint of heart—you will die, a lot. And not to mention, this dark fantasy works off the classical save points of yore rather than the auto-saves gamers are used to nowadays. Combat is mainly dictated by your armor and weapons and becomes a huge point in developing strategies to defeat various bosses. Dark Souls is not for everyone, it doesn't have what you would call a dedicated story like Skyrim, and its hardcore—almost sadistic—style of gameplay may frustrate certain users. But, if I haven't already scared you off, it's well worth a try if you're up for a challenge.
Witcher 2
The Witcher 2 is a dark and complex fantasy RPG not for the faint of heart. Those willing to take the time to learn the characters and follow the various plots and conspiracies will be rewarded with an uncompromised work of fiction. While the game doesn't offer a huge number of quests, they are no arbitrary endeavors. Also, there are plenty of opportunities to make meaningful decisions (sans morality meter) that will, likewise, provide realistic and meaningful conclusions to your choices.
Red Dead Redemption
If you're at all a fan of the old west, it's hard to think of any game that better depicts it than Red Dead Redemption. The main character, John Marston, has a cliché background—an outlaw trying to run from his past. But if you're able to get over this small hump, the story quickly becomes filled with a cast of memorable characters within an immersive world. Its side quests range from disturbingly thought-provoking to the usual fetch quests. If you're willing to swap out your dragon shouts for shotguns and hog-tying fun, Red Dead Redemption is well worth the time.
Dragon Age II
Dragon Age II is a great fantasy RPG with an interesting plot told through a framed narrative. You play a refugee fleeing the Blight that another character (possibly yours) destroyed in the first game. Dragon Age predominately focuses on character interactions, particularly with those you absorb into your party. Combat is controlled through a series of tactics in the main menu, which allows you to be either very involved in your team members actions during battle or not involved at all by selecting preset tactics. One major gripe about the game is you never go far outside of Kirkwall, the refugee city, and you fast travel to all your locations, so landscapes quickly become repetitive.
Baldur's Gate
The Baldur's Gate series is classic, and one on which gamers ought not to miss out. Its character class creator is quite extensive, and will bring a nostalgic feel to former (or current) Dungeon and Dragon players. You will have to deal with dialed-down graphics, but you'll have the opportunity to see how much this franchise has influenced Bioware's other titles, like Mass Effect, Dragon Age, and Knights of the Old Republic.
Mass Effect Series
The Mass Effect series is one grounded in choice, and the choices you make in one game carry over into the next. These choices will not only affect the lives of your party members, but of entire races as well; so it's no small wonder that the game's plot revolves predominantly around character interaction. Its combat is one of personal preference; at its core it's a third-person shooter, so you can choose to be tactical or go in guns blazing. The Mass Effect series comes with a myriad of side quests to supplement the main story, along with the ability to explore planets.
Fable III
The Fable series has always made promises of providing players with a sense of choice, but those choices never really made a difference to the stories end. Fable III is slightly different and delivers an interesting twist to the classic, and sometimes overused, morality meter. Just when you think you've captured the hearts and minds of the people and taken the throne back, you're given some hard choices to make—and, possibly, promises to break. While the majority of Fable III is more silliness than substance, it's still an entertaining RPG to fill your time.
World of Warcraft
While there's more exploration and questing to this fantasy MMO than meaningful story, World of Warcraft will provide players a place to level, explore Azeroth's vast landscape, and quest indefinitely—or until the next Elder Scrolls is released.

Top 100 Undiscovered Web Sites

Top Web Sites 2007
If you've browsed our recent list of the Top 100 Classic Web Sites (and if you didn't, you'll find it here), you may have been a bit disappointed by the familiarity of our choices. Such is the nature of a list of "classics."

So here's the fun stuff: Our list of the new and/or undiscovered Web sites that have grabbed our attention this year. You'll see a large collection of Web applications and tech sites, excellent blogs, offbeat social networks, and, as always, a handful of addictive Flash games for those slow days at work.
Some of these sites are completely under the radar and get very little traffic. Others are hugely popular within a specific demographic. But all of them deserve to be in your bookmarks.
Click on the Next button to start perusing the list, or you can view it in slideshow form if you prefer. You can also download our Top 100 Undiscovered Web Sites list directly to your bookmarks.

MacBook Air vs. Ultrabooks


Steve Jobs said that making a $500 laptop was incompatible with Apple's DNA, and that Apple would never make a netbook—and he was right. Instead, Apple made something better, a truly capable computer with all the portability and quality buyers had yearned for. The MacBook Air nearly drips with Apple's characteristic philosophy of design. The first 13-inch MacBook Air jettisoned several common components, removing the optical drive and slashing the number of ports to three: a mini-DVI, a single USB port, and a headphone jack. Subsequent models have added a second USB port and an SD card slot, and the most recent iteration, the Apple MacBook Air 13-inch (Thunderbolt) ($1299.99 direct, 4 stars), has upgraded the mini-DVI to the lightning-fast Thunderbolt port.
Marrying a strong, sleek looking unibody chassis with flash memory put the svelte MacBook Air under a lot of people's arms. Suddenly, there was a laptop—a functional laptop that you could do work on—that you can tuck under your arm and take anywhere. Flash memory and long standby time lets you open and close it without worrying about turning it off, and it snaps back to life the moment you need it. The Apple Macbook Air threw the struggling CULV and fizzling netbook categories on their heads, and initiated a sea change in how we think about the notebook computer.

Clearly, manufacturers have been paying attention. In May of this year Intel announced a new category of ultraportable laptops, the ultrabook. The ultrabook category may have been laid out by Intel, but it was defined by Apple, with nearly every defining point aping the MacBook Air. The new slim laptops would be razor-thin (under 21mm), light (under 3.1 pounds), and long-lasting (with 5+ hours of battery life).

In the last few months, we've seen four new laptops enter the ultrabook arena: the Acer Aspire S3 ($899.99 direct, 3.5 stars), Asus Zenbook UX31-RSL8 ($1099 direct, 4 stars), Toshiba Portege Z835-P330 ($799.99 list, 3.5 stars), and Lenovo IdeaPad U300s ($1,495 list, 4 stars). These new contenders have taken on the MacBook Air 13-inch directly, competing over everything from price to processing power, and we're here to show you how they stack up.
MacBook Air vs Ultrabooks Specs

The Apple MacBook Air has always been on the pricey side. Despite being more portable than a regular laptop and more capable than a netbook, the MacBook's $1,299 price tag put off a lot of potential customers. In response to this, Intel has set a strong pricing guideline for ultrabooks of $1,000 or less, but only two manufacturers have made it, Acer with the Aspire S3 and Toshiba with the Portege Z835-P330. Our review unit of the Lenovo IdeaPad U300s rang in the highest at $1495.99, but for the price it offers an Intel Core i7 processor.
Most of the ultrabooks have matched the MacBook Air's Core i5 CPU and 128GB solid-state drive (SSD). The Lenovo bumps up the storage capacity to 256GB, but the highest capacity drive belongs to the Acer Aspire S3, which pairs a 320GB spinning hard drive with 20GB of flash memory.
The 5-hour battery life of the MacBook Air was matched by a 5-hour minimum requirement from Intel, but most of the ultrabooks have exceeded this. The leader of the pack is the Toshiba Portege Z835-P330, which beats out the MacBook Air by nearly two hours.
MacBook Air vs Ultrabooks Performance

Thanks to low-volt versions of Intel Core i3, i5 and i7 processors, the latest crop of thin-bodied laptops offers full functionality instead of the small, hobbled processors found in netbooks. Generally speaking, the overall performance of ultrabooks is on par with the MacBook Air, but the lowest-priced Toshiba fell behind with its Core i3. The MacBook Air also stays at the head of the class in graphics performance.
But there are aspects to these systems that can't be compared in a spreadsheet. The Apple MacBook Air still offers the most intuitive touchpad of the bunch, and OS X Lion—which our reviewer called "the best consumer-level operating system ever created"—can't be found on any ultrabook. Apple also offers the best construction in the slim-bodied space hands down with its unique aluminum unibody design. Lenovo and Asus have both attempted to bring their own twist to the all-metal chassis; Lenovo crafts the IdeaPad U300s' chassis from a single sheet of metal, while Asus has a sandwiched aluminum design that they call a monoshell.
There are certainly compelling reasons not to dismiss the Apple MacBook Air, but when all things are taken into consideration, the first crop of ultrabooks makes a strong showing and gives the Apple MacBook Air a run for its money.
Check out the reviews below to learn more.
Apple MacBook Air 13-inch (Thunderbolt) Apple MacBook Air 13-inch (Thunderbolt)

The Apple MacBook Air 13-inch (Thunderbolt) is a formidable player in the ultraportable space, thanks to a Core i5 processor, the return of the backlit keyboard, and the addition of a Thunderbolt port.

Asus Zenbook UX31-RSL8 Asus Zenbook UX31-RSL8

The Asus Zenbook UX31-RSL8 is the clear leader in the budding ultrabook category, with better overall performance and battery life than any competitor.

Acer Aspire S3 Acer Aspire S3

The Acer Aspire S3 ultrabook has a super-thin profile, larger storage capacity than competitors, and unmatched affordability.

Lenovo IdeaPad U300s Lenovo IdeaPad U300s

The Lenovo IdeaPad U300s, Lenovo's entry into the ultrabook arena, is as well-engineered as you'd expect, but it's not a knockout blow to its competitors.

Toshiba Portege Z835-P330 Toshiba Portege Z835-P330

The Toshiba Portege Z835-P330 is the lightest, longest-lasting ultrabook we've seen yet, and its affordability adds sparkle to a system with moderate performance and limited graphics capability.

RIP Windows Start Button: 1995-2012

Windows 8 Start Button
It had to happen sooner or later. News from those who somehow acquired copies of a Windows 8 "Consumer Preview" version (build 8220) that leaked this weekend indicates that Microsoft has finally decided to remove one of the staple elements of the Windows operating system: The start button.
Whether you know it more as a start button or start orb – the latter having replaced the flatter "start rectangle" in Windows Vista – the tiny little area that you'd previously click on to pull up a menu of applications, shortcuts, and search functionality is no more. The Windows Superbar, first introduced with Windows 7, now extends across the entirety of the bottom of Windows 8's "desktop mode." And it functions just the same as how you're already used to using it in Windows 7.
To Microsoft's credit, the "start button" transformed into a much different utility in Windows 8 versus previous versions of the Windows operating system. Since Microsoft's introduction of the full-fledged "Start Screen" as part of Windows 8's Metro UI, the start button – only viewable when a user switched from Metro to Windows' classic "desktop mode" – no longer pulled up a full list of apps and shortcuts for users to select.
Instead, clicking on the Windows 8 start button generated a simple menu: Settings, Devices, Share, Search, and Start. And clicking on the latter option, "Start," became a user's portal back to the Metro interface.
Since Microsoft's done away with the start button, the aforementioned start menu has also gone the way of the Clippy. Switching from Windows 8's desktop mode to the Metro interface, and vice versa, now requires users to mouse their cursors over to the lower-left hand corner of the screen. The hot corner will pull up a thumbnail preview of the interface that a user will be switching to, and clicking on this thumbnail completes the transformation.
It's presumed that some kind of swipe action will perform a similar routine when users access Windows 8 in "touch mode."

12 Things You Should Know About Facebook Timeline

Facebook Timeline
Facebook yesterday officially announced that over the "next few weeks" it will roll out Timeline to all users. This means Timeline, the reverse-chronological display of a user's history on Facebook and other life events, which replaces and combines a user's Facebook Wall and Profile, will become non-optional. No specific date was given, and the language used ("roll out") suggests that the change won't occur on one single date for all users, but that batches of users will be transitioned on different dates.
Before Timeline strikes your Facebook account, there are a number of key things to know about the feature.
Basically, until recently, users were able to opt-in to Timeline; now they will be automatically switched over. When you get Timeline, however, you'll have a seven-day preview period, during which you can delete the content that is on your profile and hide what you don't want displayed."


From the time you receive notification that you'll be getting Timeline, whether you want it or not, you have seven days—or until you hit "publish," whichever comes first—to check it out privately, before anyone else can see it. You can also jump the queue and turn Timeline on now (see "How to Get Timeline"), but do note that once you turn it on, you can't turn it off.
I turned on Timeline early, back in September, to learn as much as I could about it and put together some answers and tips for people when Timeline became non-optional. Here's a summary of what I've learned. You can also take a tour of Timeline in the slideshow, in case you want to get a closer look at some of the editing option and other buttons without turning it on.
Q: What is Facebook Timeline?
A: Timeline is a section of a Facebook user's account that replaces the Profile and Wall pages, and merges them together. It shows the story of your life, as you choose to tell it or as Facebook has recorded it, in a visual, scrolling, reverse-chronologically ordered timeline. It's a cross between visual blog and online scrapbook. Fun fact: Facebook Timeline was accidentally released very briefly to the public back in December 2010 when it was called "Facebook Memories," but it was promptly removed.
Q: How can I get Facebook Timeline?
A: Go to the Facebook Timeline announcement page and look at the bottom of the page for a green button that says "Get Timeline." If you press this button, there is no undo! And if you don't take this step, Facebook will automatically turn on your Timeline within the next few weeks.
Q: What appears on my Timeline?
A: Status updates, photos, friendships made, as well as job history, marital status changes, and other information that you've recorded in your profile.
Q: Is the Timeline replacing my Facebook wall?
A: Yes. Timeline replaces your Profile and Wall. But it does not change your news feed page. When you log into Facebook and go to Facebook.com, that feed page of Recent Stories will still be the same. But, when you or visitors go to your unique Facebook URL, such as facebook.com/jillduffyNYC, they'll be able to see your Timeline instead of your old profile information and wall.

How to Edit Facebook Timeline

Q: I'm worry about privacy! Who can see my Facebook Timeline?
Q: How do I edit what appears on Timeline and who can see it?
Every Timeline entry has two icons for editing: a pen icon in the upper right corner where you can hide or delete the object, and a cog or silhouette (depending on the type of object) found next to the time or date of the activity, that lets you adjust who can see the activity. See the image above for an example. Additional images in the slideshow illustrate these two editing principles in more detail.
Q: Can I restrict which people who can see certain pieces of information, photos, and other details of my Timeline?
A: Yes! In the same way that you can manage who can see a status update or photo, you can limit who sees all the entries of your Timeline. Each entry has a drop-down menu next to it that lets you filter who can see the item.
Q: Can I delete status updates, images, and other content from my Timeline?
A: Yes! Deleting is an option. Just click that pen icon to edit, and you'll see "delete."
Q: When will I be forced to have Timeline?
A: If you don't have Timeline yet, you will be forced to have it "in the next few weeks," according to Facebook. The company has not given any more specific information. And from the day you get Timeline, you have seven days to see it privately before other users can see it.
Q: It sounds like you've used Facebook Timeline a lot. How is it?
A: I must admit that I liked playing with it a lot more than I liked filling in standard profile information. I set up Timeline on a Facebook account that doesn't have too much data in it, so it didn't feel overwhelming, but I could see how an active Facebook user would feel totally bowled over the first time he or she opened the Timeline. If you have thousands of status updates and photos on Facebook, you could be in for a very busy seven days between the time you are forced to have Timeline and the day it goes live for all to see.
You will want to use those seven days to tease your Timeline into shape, adding the permissions you want, deleting or marking private images you don't want everyone to see, and so forth.
But remember, by and large, this is a one-time setup process. After the one-time setup, new Timeline entries will come from your Facebook activity, and you'll be adding permissions and making other adjustments as you go. In other words, you have the tools to edit who can see what every time you put something on Facebook, and those permissions carry over onto Timeline. But, in the earlier days of Facebook, no one had those permission settings, so all old materials is public to all by default.
Other parts of Timeline that I like: that you can add life events, either current or back-dated. Some of the life events are pre-set in Facebook, like getting a new job and buying a home, but you can also create a custom life event or milestone.
Back-dating entries is great for photos. Say you post an old photo from 10 years ago. You can add the year 2002 so it shows up on Timeline with some sense of chronology and context.
You can back-date entries on your timeline with a nice calendar that lets you quickly jump to a year in the past, and optionally, you can add a month. If you want to add a memory from your childhood or back-date photos from your past, it's pretty easy to do so.
Q: What are some of the cons to Facebook Timeline?
A: The biggest cons: It's mandatory, or non-optional. You have only seven days from the date you're forced to have Timeline to when it is visible to all to review what's on it.
A minor con is that the dimensions for display images are unconventional, and I found that I didn't like how most of my images looked when I uploaded them without manipulating their size and dimensions. You can drag an image around the viewer space, but you can't crop or resize from directly within Facebook. (I'm taking bets now on how soon Facebook will build an image editor, or acquire a company that already makes one.)
Q: What is Timeline Apps integration?
Timeline Apps integration lets you post to Facebook Timeline the activities that you do in other apps. There are about 80 apps supported right now. For example, if you allow the Web site Pinterest permission to post to your Timeline (and yes, you have to turn it on; it's off by default), Pinterest will create a little box on your Timeline where it shows your Pinterest activity. Another example: You can set up the Wall Street Journal online to post to Timeline when you have read an article. Or you have have Spotify post to Timeline when you listen to a song. It's basically the same as apps activity in the Facebook Ticker, but on your Timeline.

Dipakai Bertahun-tahun, Facebook Belum Membosankan

Dipakai Bertahun-tahun, Facebook Belum Membosankan
CALIFORNIA - Sebuah survei baru-baru ini mengungkap bahwa pengguna Facebook yang telah memakai jejaring sosial tersebut sejak 2004 silam, tidak menunjukkan tanda-tanda jenuh mem-posting foto, status-status random, maupun update rencana akhir pekan.
Riset tersebut dilakukan oleh Pew Research Center, berdasarkan survei via telepon, log, dan data sejak November 2010. Seperti diwartakan Reuters, Jumat (3/2/2012), hasil survei tersebut menunjukkan kemungkinan jejaring sosial tersebut meraih popularitas jangka panjang.
Menjelang initial public offering (IPO), salah satu kekhawatiran yang muncul adalah bahwa pengguna Facebook akan mengalami kejenuhan dalam waktu singkat, yaitu fenomena yang dinamai "Facebook fatigue".
Menurut hasil survei tersebut, makin lama seseorang menggunakan Facebook, makin sering mereka menekan tombol "like", berkomentar di postingan teman, meng-update status, dan melakukan tag foto. Selain itu, makin banyak jumlah teman di Facebook, pengguna akan makin terlibat di dunia jejaring sosial itu.
"Semakin banyak jumlah teman Facebook yang dimiliki, makin sering mereka melakukan aktivitas yang mengeksplorasi pertemanan, kesukaan, pesan pribadi, komentar, posting, photo tagging, bergabung dengan grup dan poking," tulis Pew mengenai survei yang dilakukan proyek Internet & American Life besutannya.
"Penelitian tentang aktivitas orang lain dalam suatu dimensi baru menegaskan satu hal klasik tentang nilai sebuah persahabatan. Mereka yang kehidupan sosialnya aktif, mampu memperoleh bantuan atau pertolongan emosional yang mereka butuhkan," terang Lee Rainie, pimpinan proyek Internet & American Life.
Survei tersebut berdasarkan pada survei telepon dari 2.255 orang dewasa AS yang dilakukan pada November 2010. Responden diminta untuk berbagi log aktivitas Facebook mereka, dan sekitar 269 responden mengijinkan data Facebook-nya dirilis sesuai penggunaan.

Awas Jebakan Virus 'Merah Jambu' di Facebook

Awas Jebakan Virus 'Merah Jambu' di Facebook
JAKARTA - Valentine masih akan jatuh pada tanggal 14 Februari mendatang, tapi kegiatan clickjacking yang memanfaatkan laman social media di Facebook sudah menjalankan aksinya.
Baru-baru ini, Trend Micro, perusahaan keamanan telah menemukan dan mengidentifikasi malware valentine yang mengincar pengguna Facebook di seluruh dunia.
Serangan itu dimulai dengan ditemukannya sebuah posting di wall pengguna dan orang lain, yang berisi ajakan untuk meng-klik dan meng-instal theme gratis bagi tampilan Facebook pribadi dengan nuansa khas Valentine.
Dikutip melalui keterangan resminya, Rabu (1/2/2012), Trend Micro mendeteksi installer tersebut sebagai TROJ_FOOKBACE.A, dan ketika dieksekusi maka TROJ_FOOKBACE.A akan mengeksekusi sebuah script yang menampilkan iklan dari situs-situs tertentu.
Bagi pengguna yang meng-klik dan meng-instal melalui browser Google Chrome dan Mozilla Firefox, malware dengan sendirinya akan mengarahkan pada instalasi Facebook Environment/Facebook.com yang muncul di tab kanan atas halaman Facebook pengguna.
Selanjutnya dengan terinstal apikasi ini, maka akan memantau kegiatan pengguna sekaligus mengarahkannya pada sebuah halaman survei, yang meminta Anda memasukkan nomor ponsel. Bagi yang menggunakan browser Internet Explorer, tanpa harus mengintal Facebook Environment, Anda akan langsung diarahkan pada halaman survei.
Dari pantauan Trend Micro terhadap aktifitas browser, TROJ_FOOBACE.A sampai saat ini tidak terjadi teknik pencurian data. Tapi, Trend Micro, tetap memberikan peringatan agar pengguna tetap berhati-hati terhadap jebakan theme gratis bernuansa Valentine ini.

Sanggupkah iPhone 5 Saingi Galaxy S III?

Sanggupkah iPhone 5 Saingi Galaxy S III?
CALIFORNIA - Apple dan Samsung akan menghadiri Mobile World Congress pada akhir Februari ini, namun nampaknya mereka tidak akan meluncurkan debut perangkat mutakhir terbarunya di sana.
Beberapa pengguna Apple tidak menyukai cara perangkat genggam miliknya diproduksi, dan meminta perusahaan itu merombak lini produksi mereka sebelum rilis iPhone 5, serta membuat iPhone mutakhir itu menjadi ponsel cerdas yang lebih etis. Demikian dilansir InternationalBusinessTimes, Jumat (3/2/20120.
Sebelumnya banyak pengamat mengatakan Samsung akan mengungkap ponsel cerdas mutakhirnya di MWC, namun baru-baru ini Samsung telah mengumumkan akan mengadakan pkonferensi pers sendiri sebelum Juni, untuk mengumumkan Galaxy S III. Nampaknya Samsung justru akan menghadirkan perangkat cerdas lain kreasinya di MWC.
Sedangkan Apple, seperti biasa, menutup mulut rapat-rapat dari soal peluncuran ponsel cerdas mutakhir kreasinya. Dan kebanyakan desas-desus mengenai iPhone 5, datang dari para analis dan orang yang mengklaim dirinya bekerja dalam supply chain Apple.
Baru-baru ini, dilansir iPhone5latest, rumor yang beredar mengatakan Phone 5 akan menapaki tahapan produksi pada awal bulan Februari atau paling lambat Maret 2012, sehingga dapat besar kemungkinan akan dirilis pada musim panas mendatang antara bulan Juli atau Agustus.
Sedangkan dalam urusan fitur, rumor yang beredar tentang iPhone 5 mengklaim ponsel cerdas tersebut akan menggunakan layar 4 inci, kemampujan 4G LTE, peningkatan kemampuan voice recognition Siri, dan layar penuh sampai ke ujung perangkat.
Disandingkan dengan rumor Galaxy S III, ponsel mutakhir Samsung tersebut mengadopsi prosesor quad core super cepat, kamera 12 megapixel, layar kualitas high definition (HD), dan sistem operasi Android 4.0 Ice Cream Sandwich.
Apapun yang dibawa oleh kedua ponsel cerdas tersebut, keduanya akan tetap diperbandingkan. Mengingat kemungkinan waktu debut-nya yang dekat, dan karena level kecanggihan yang dimilikinya.

Futuristik! Ponsel Android Ini Terbuat dari Bambu

Futuristik! Ponsel Android Ini Terbuat dari Bambu
LONDON - Merasa bosan dengan kurangnya variasi pada desain smartphone, seorang mahasiswa Inggris hadir dengan rancangannnya sendiri. Mahasiswa ini membuat smartphone berbasis OS Android yang terbuat dari bambu.
Adalah Kieron-Scott Woodhouse, seorang mahasiwa Middlesex University yang baru-baru ini menjadi sorotan dengan konsep smartphone dengan casing yang dipahat dari sebuah bambu. Alhasil setelah menghadirkan ide smartphonenya tersebut di internet, Woothouse mengaku terkejut ketika dihubungi oleh pengusaha teknologi yang ingin membuat ponsel tersebut menjadi kenyataan.
Disebut sebagai ADzero, casing ponsel tersebut menggabungkan bambu yang ditumbuhkan secara organik dan diberikan perlakuan khusus untuk meningkatkan daya tahannya.
Meskipun begitu, Woodhouse mengakui bahwa bambu merupakan bahan yang aneh untuk digunakan pada ponsel.
"Tapi itu (bambu) sebenarnya sangat kuat dan sangat tahan lama, kualitas yang sempurna untuk jenis aplikasi," ujar Woodhouse, seperti dilansir Digital Trends, Jumat (3/1/2012).
Sampai saat ini tidak terlalu banyak diketahui spesifikasi yang dimiliki oleh ADzero, meskipun Woodhouse mengklaim beratnya hanya setengah dari iPhone besutan Apple, juga memiliki layar lebih besar dan didukung sistem operasi Android.
Cina, awalnya dipilih sebagai negara pertama ponsel unik ini akan diluncurkan, tapi melihat sambuatn yang baik saat pameran desain di London, akhirnya diputuskan bahwa Inggris akan menjadi yang pertama menyambut kehadiran ADzero.

Facebook Tidak Yakin Tembus China

Facebook Tidak Yakin Tembus China
CALIFORNIA - Facebook bisa kehilangan jangkuannya ke China karena kebijakan sensor negara tersebut yang begitu ketat. Namun, jejaring sosial rintisan Mark Zuckerberg tersebut nampaknya masih terus berusaha melakukan evaluasi untuk masuk ke Negeri Tirai Bambu itu.
Analis meramalkan, Facebook tidak akan segera mendapat kondisi yang menguntungkan di Cina. Pasar di sana sudah memiliki situs jejaring sosial lokal yang populer, juga sedang bergerak ke situs microblogging menyerupai Twitter. Demikian diwartakan NetworkWorld, Jumat (3/2/2012).
"China adalah pasar potensial yang besar untuk Facebook, namun pengguna umumnya dilarang mengakses Facebook dari China. Kami tidak tahu akankah bisa menemukan sebuah pendekatan untuk mengelola konten dan informasi yang bisa disepakati kedua belah pihak," tulis Facebook dalam sebuah berkas pengajuan initial public offering (IPO).
Spekulasi di Facebook memasuki pasar China muncul pada akhir 2010, ketika Mark Zuckerberg mengunjungi beberapa perusahaan IT besar di negara itu. Tetapi untuk memasuki pasar Negeri Tirai Bambu tersebut, Facebook harus mematuhi undang-undang sensor China, yang memaksa situs jejaring sosial menghapus konten kritis terhadap pemerintah. Selain Facebook, beberapa situs internet lainnya seperti YouTube dan Twitter saat ini juga diblokir di China.
Pemerintah China selalu gugup tentang Facebook, kata Bill Bishop, seorang analis independen yang mengamati pasar Internet Cina. Peran Facebook tahun lalu sebagai forum untuk para demonstran untuk mengatur protes terhadap pemerintah di Timur Tengah dan Afrika Utara hanya memperbesar kekhawatiran itu.
"Jika Facebook ingin datang ke China, itu baik, tapi sangat tidak mungkin terjadi dalam waktu dekat atau jangka menengah," tambah Bishop.
Tapi di sisi lain, nampaknya ini akan sangat sulit bagi Facebook. Mengingat saat ini banyak pengguna Internet China yang bergerak menjauh dari Renren dan situs jejaring sosial lainnya yang menyerupai Facebook, dan berbondong-bondong pergi ke situs microblogging, yang dijalankan oleh perusahaan lokal. Jumlah pengguna layanan microblogging tersebut pun saat ini sudah mencapai 250 juta pengguna.

Pangeran William Mendarat di Falkland, Argentina Marah

Pangeran William Mendarat di Falkland, Argentina Marah
BUERNOS AIRES - Kedatangan Pangeran William Wales di Pulau Falkland mendapat sambutan yang cukup hangat, meski demikian para warga Argentina tidak suka akan kedatangan William.
Warga pun melakukan unjuk rasa menentang kedatangan William dan menyerang Bank HSBC di Buernos Aires.
Kehadiran Duke of Cambridge di Pulau Falkland menjadi sebuah peristiwa yang amat kontroversial. Argentina bahkan menyebut William sebagai seorang penjajah. Hari ini, para demonstran yang menggunakan masker melakukan unjuk rasa dan menyerang kantor cabang Bank HSBC di Buenos Aires dengan menggunakan kayu.
Demonstrasi itu dipimpin oleh 50 anggota kelompok Quebrancho yang menolak klaim Inggris atas kepulauan Falkland. Mereka pun mendesak Pemerintah Argentina agar memutuskan hubungan dagang dengan Inggris.
"Kalian (Pemerintah Argentina) harus memutuskan hubungan dagang dengan Britania Raya. Kedatangan William di Falkland tak lain adalah pengalihan isu bagi Inggris yang saat ini dilanda krisis ekonomi," ujar Ketua Quebrancho Esteche Fernando, seperti dikutip Daily Mail, Jumat (3/2/2012).
Kementerian Pertahanan Inggris sebelumnya melaporkan, misi Pangeran William di Falkland merupakan misi rutin yang sering dijalankan. William akan berpatroli di wilayah kepulauan itu selayaknya pilot Angkatan Udara Inggris. Dirinya juga akan terlibat dalam misi penyelamatan dalam patrolinya.
"Kami laporkan, misi Letnan Wales merupakan misi dari tim Search and Rescue (SAR), Letnan Wales sudah tiba di Falkland untuk melakukan operasi rutinnya," ujar juru bicara Kementerian Pertahanan Inggris.
Sengketa Pulau Falkland yang terjadi antara Inggris dan Argentina sejak 1982 silam. Argentina menyebut pulau tersebut dengan nama Malvinas dan mengklaim bahwasannya pulau itu adalah warisan dari koloni Spanyol. Peperangan pun terjadi antara kedua negara tersebut pada 1982, sebanyak 900 orang tewas dan 11 ribu pasukan Argentina ditahan.

Dikira Punah, Monyet Ini Ditemukan Kembali di Indonesia

Dikira Punah, Monyet Ini Ditemukan Kembali di Indonesia
JAKARTA - Monyet bernama Miller's Grizzled Langur ini berwajah hitam dan memiliki kerah putih layaknya penampilan Drakula. Meskipun sempat dikira punah, para peneliti menemukannya kembali di Pulau Kalimantan, Indonesia.
Tim peneliti tesebut memasang perangkap kamera di hutan Wahea, ujung timur Pulau Kalimantan, sambil berharap mendapat foto macan tutul, orang utan, dan beberapa satwa liar lain yang dikenal suka berkumpul titik yang mengandung garam mineral. Seperti diwartakan Associated Press, Jumat (20/1/2012), para peneliti tersebut memperoleh foto yang sangat mengejutkan, yaitu sekelompok monyet yang belum pernah terlihat sebelumnya.
Lutung beruban atau Grizzled Langur tersebut sebelumnya hanya diketahui dari sketsa di museum. Tanpa adanya foto virtual dari keberadaan lutung beruban, para peneliti mengalami kesulitan untuk mengkonfirmasi dugaan mereka.
"Kami semua sangat senang dengan fakta bahwa, wow, monyet ini masih hidup, dan berada di Wahea," kata Brent Loken, salah satu peneliti yang memimpin proyek tersebut, sekaligus mahasiswa Ph.D. di Simon Fraser University, Kanada.
Monyet berwajah hitam tersebut sebelumnya diketahui hidup di wilayah timur laut Kalimantan. Namun, hutan tempat hidup monyet langka itu telah hancur akibat kebakaran, perambahan hutan oleh manusia, dan konversi lahan untuk pertanian dan pertambangan.
"Bagi saya penemuan monyet ini mewakili begitu banyak spesies di Indonesia. Ada banyak jenis hewan yang baru sedikit diketahui, sementara wilayah yang jadi tempat tinggal mereka menghilang begitu cepat," terang Brent.
"Rasanya seolah banyak binatang seperti ini yang akan semakin cepat mencapai kepunahan," tandasnya.

Ponsel Fitur Menjaga Asa di Tengah Ponsel Cerdas

Ponsel Fitur Menjaga Asa di Tengah Ponsel Cerdas
LONDON - Pengapalan ponsel di seluruh dunia tumbuh sebesar 6,1 persen sampai penghujung tahun di kuartal keempat tahun 2011, sedangkan pasar feature phone (ponsel fitur) menurun lebih cepat dari yang diperkirakan,imbasnya mampu menyeret pertumbuhan pasar gadget turun ke titik terendah dalam kurun waktu lebih dari dua tahun.
sebagaimana yang dilaporkan IDC Worldide Mobile Phone Tracker, vendor ponsel mendistribusikan 427,4 juta unit pada kuartal keempat tahun 2011, naik dibandingkan kuartal keempat tahun 2010 dengan jumlah 402,8 juta unit. Pertumbuhan 6,1 persen dari tahun ke tahun lebih tinggi dari yang diperkirakan IDC yakni sebesar 4,4 persen.
"Pertumbuhan ponsel di seluruh dunia mengalami pertumbuhan penuruna, yang membuktikan bahwa pengapalan perangkat genggam terpengaruh lesunya perekonomian makro di seluruh dunia," kata analis Kevin Restivo, seperti dilansir Cellular News, Kamis (2/2/2012).
"iPhone 4S mendorong tingginya pengapalan ponsel cerdas, yang dikirimkan pada kuartal keempat. Namun pertumbuhan pasar secara keseluruhan jatuh ke titik terendah sejak 3Q09 ketika resesi ekonomi global sedang mekar penuh," tambahnya.
Menurut Kevin, meskipun proporsi mengalami ketimpangan, namun 'feature phone' masih memiliki daya tarik pada segi harga dan kemudahan dalam pengguanannya.
Di beberapa negara Asia, seperti China, India, Indonesia yang memiliki jumlah populasi terbesar, pasar 'feature phone' mengalami penurunan yang disebabkan karena faktor musiman (holiday season), sedangkan di Jepang mengalami penurunan permintaan setelah terjadinya bencana alam tahun lalu yang mengakibatkan melemahnya perekonomian di negara tersebut.
"Di waktu yang sama, feature phone sedang berjuang untuk menjaga pangsa pasarnya" pungkas Ramon Llamas, Analis Senior IDC.
Menurutnya, sebagai sebuah tantangan, 'feature phone' harus menjadi seperti smartphones, mampu menggabungkan internet mobile dengan aplikasi pendukungnya. Meskipun ini mungkin tidak akan mampu menandingi smartphone, setidaknya dapat dijadikan sebagai langkah taktis sehingga pengguna lebih memilih feature phone terlebih dahulu dari pada smartphone yang akan ia gunakan.

Kampanye RIM Gunakan Karakter Kartun

Kampanye RIM Gunakan Karakter Kartun
ONTARIO - Research in Motion (RIM) merilis pahlawan super yang diharapkan bisa mendorong kampanye marketing-nya. Pahlawan super tersebut terdiri dari dua tokoh kartun wanita dan pria yang memiliki kelebihannya masing-masing.
Superhero atau pahlawan super yang disebbut The Bold Team itu dirancang untuk membantu para penggunanya menentukan resolusi 2012, dan menyebarkannya melalui hastag BeBold di Twitter. Demikian diwartakan Pocket-lint, Kamis (2/2/2012).
Karakter tersebut tampak kurang meyakinkan untuk muncul sebagai pahlawan dengan kekuatan super yang mampu memutar balik keberuntungan perusahaan asal Kanada itu. Apalagi mengingat saham RIM telah jatuh lebih dari 75 persen di tahun lalu. Namun, tidak ada salahnya mengenal mereka.
Berikut, okezone lampirkan rangkuman mengenai keempat tokoh pahlawan super kreasi RIM tersebut.
1. Gogo Girl, The Achiever
Superhero wanita berkostum pink ini dikatakan mampu menyelesaikan hari dengan strategi brilian, sebuah senyuman, atau sebuah spatula. Cerdas, dapat diandalkan, dan sedikit tidak menentu.
2. Max Stone, The Adventurer
Tokoh pria super berkostum biru laut ini dapat melompat dari pesawat terbang dan mendarat pada speedboat yang bergerak. Tangguh, bangga, dan sedikit liar. Anda bisa mengandalkannya untuk berbagai tantangan.
3. Justin Steele, The Advocate
The Advocat yang berkostum ungu ini adalah pria super yang selalu siap membela teman-temannya, ramah dan baik hati. Hobi menyelamatkan kucing yang tersangkut di pohon dan menggunakan social feeds-nya di waktu senggang.
4. Trudy Foreal, The Authentic
Wanita super berkostum violet yang bicara apa adanya. Trudy memiliki rasa ingin tahu, hati-hati, dan pesona yang tidak memalukan. Suka berjalan-jalan dan menonton film ninja klasik.

Inikah Spesifikasi iPad 3?

Inikah Spesifikasi iPad 3?
CALIFORNIA - Terdengar kabar mengenai peluncuran iPad 3 yang diprediksi akan rilis pada bulan Maret ini. Dugaan ini semakin kuat dengan spesifikasi dari tablet tersebut yang terungkap.
Seperti yang dilansir iBtimes, Kamis (2/2/2012), seorang sumber yang tidak ingin disebutkan namanya, telah menginformasikan bahwa ia telah membuat 'screenshot' dari iPad 3 dengan perangkat software yang diberi nama iBoot. Tertampil pada layar screenshot tersebut, bahwa apple menggunakan Prosesor A6, dengan nomor model S5L8945X.
Prosesor Quad-Core A6 akan dibenamkan pada perangkat gadget tersebut, sehingga akan membuat ipad 3 sebagai perangkat iOS paling cepat.
Berdasarkan informasi bocoran dari Apple, ipad 3 akan dirilis dengan 2 versi, yaitu versi yang hanya mendukung fitur WiFi dan versi yang mendukung fitur Wifi dan GSM/CDMA/LTE. Nantinya, iPad 3 akanmemiliki layar 1,536 x 2,048-pixel HD Retina Display dengan 'dual lightbar' dan memiliki dua kali kekuatan baterai dari versi ipad 2.
Jika kabar tersebut benar, maka iPad 3 bisa 'memegang' keunggulan terbesar dalam persaingan gadget mobile. Selain iPad 3, fans Apple juga masih menunggu kehadiran iPhone 5 yang disebut-sebut turut dihadirkan pada musim semi tahun 2012 ini juga.

Setiap Hari Buruh Pabrik iPhone Hirup Racun


Setiap Hari Buruh Pabrik iPhone Hirup Racun
BEIJING - Fakta buruk kembali terungkap di pabrik pembuataan produk-produk Apple. Setelah sebelumnya, mitra pabrikan perusahaan itu disorot karena masalah jam kerja yang tidak manusiawi, kini buruh di pabrik tersebut dipaksa mencium racun setiap harinya.
Adalah kelompok hak asasi manusia SomOfUs yang mendorong dengan membuat petisi online agar Apple membuat iPhone atau iPad generasi berikutnya dengan cara yang lebih aman. Pasalnya mereka menemukan, para pekerja membersihkan layar iPhone sebelum dikemas dengan menggunakan cairan bernama n-hekasana.
"Mereka menghabiskan waktu berjam-jam menghirup n-heksana, racun saraf yang ampuh digunakan untuk membersihkan kaca iPhone, karena mengering beberapa detik lebih cepat dari cairan alternatif yang aman. Efek cairan n-hekasana ini dapat membuat kerusakan saraf dan cedera stres yang berulang untuk pergelangan tangan dan tangan membuat dia tidak dapat melanjutkan pekerjaan," kata keterangan kelompok tersebut, seperti dilansir Arnnet, Kamis (2/2/2012).
Memang Apple tidak satu-satunya perusahaan untuk terlibat mitra manufaktur seperti Foxconn dan Pegatron, di mana banyak kejadian seperti ledakan, keracunan dan ancaman bunuh diri massal yang telah menyebabkan kondisi kerja memburuk.
"Ini akan menjadi tantangan bagi Tim Cook sebagai CEO Apple baru sepeninggal Steve Jobs, apakah Apple mampu meluncurkan iPhone generasi terbarunya dengan menggunakan cara yang etis?" tandas kelompok SomOfUs.
Apple telah membuat beberapa langkah dalam beberapa bulan terakhir untuk mengatasi keprihatinan atas kondisi kerja dalam rantai pasokan produk mereka dengan mengeluarkan sebuah laporan tahunan yang mencakup hak-hak buruh dan manusia, kesehatan dan keamanan pekerja, dampak lingkungan, dan etika.

Asus Adakan Lomba Overclock untuk Non-Profesional


Asus Adakan Lomba Overclock untuk Non-Profesional
Asus Indonesia mengadakan lomba overclock "Indonesia Next Gen Overclocker". Acara ini terbagi menjadi dua kategori, yaitu kategori profesional dan umum (non profesional).
Kompetisi ini akan diadakan di enam propinsi, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Bali. Kompetisi ini terbagi menjadi dua tahap, yaitu kualifikasi secara online, dan lomba secara offline.
Saat ini, kompetisi "ASUS OC Event: Indonesia Next Gen Overclocker" ini telah dimulai untuk kategori umum (non profesional). Adapun untuk jadwal kualifikasi online dan lomba offline, serta lokasi lombanya sebagai berikut:
Kualifikasi online:
Jakarta: sampai dengan 16 Februari 2012Jawa Barat: sampai dengan 11 Februari 2012Jawa Timur: sampai dengan 14 Februari 2012Jawa Tengah: sampai dengan 23 Januari 2012Yogyakarta: sampai dengan 18 Januari 2012Bali: sampai dengan 9 Januari 2012
Final offline per regional:
Jakarta: 21 Februari 2012, Universitas Bina Nusantara, Kampus Anggrek, Jl. KH Syahdan No.9, Kemanggisan, Jakarta BaratJawa Barat: 14 February 2012, Universitas Kristen Maranatha, Jl. Suria Sumantri 65, Bandung – 40164Jawa Timur: 17 Februari 2012, Universitas Kristen Petra, Jl. Siwalankerto 121-131 Surabaya 60236Jawa Tengah: 26 Januari 2012, Universitas Stikubank, Fakultas Teknologi Informasi, Ruang Seminar Lt.9, Jl. Tri Lomba Juang No.1Yogyakarta: TBA, UKDW Yogyakarta, Jl. Dr. Wahidin Sudiro Husodo No. 5-25Bali: 12 Januari 2012, STMIK STIKOM BALI, Jl. Raya Puputan Renon No.86 Denpasar
Untuk informasi lebih lengkapi mengenai acara, peraturan, dan tata cara lomba, bisa dilihat pada halaman Facebok Asus Component Indonesia
(ste)

SAS 9.3 Pecahkan Masalah Bisnis dalam Lima Menit


SAS 9.3 Pecahkan Masalah Bisnis dalam Lima Menit
Kalau sebelumnya perusahaan memerlukan waktu sampai lima hari untuk memecahkan sebuah masalah bisnis, pada era komputasi berkinerja tinggi seperti sekarang ini, tidak perlu waktu selama itu.
"Pada saat kode dijalankan, hanya dalam lima menit, Anda sudah dapat memecahkan masalah bisnis," klaim Jim Goodnight (CEO SAS) mengenai cepatnya kinerja versi terbaru dari aplikasi business analytics SAS 9.3.
Perbaikan kinerja ini didukung oleh peningkatan skalabilitas yang mampu menganalisis jumlah data yang jauh lebih besar dan menjawab pertanyaan yang lebih kompleks. Alhasil, pelanggan dapat memaksimalkan investasi hardware dan database mereka.
Karena waktu yang dibutuhkan dalam mencari solusi kini lebih cepat, otomatis produktivitas karyawan pun terangkat. Mereka memiliki lebih banyak waktu untuk menangani proyek-proyek tambahan.
Tidak heran jika SAS versi 9.3 telah dipergunakan oleh lebih dari 7000 pelanggan sejak Juli lalu. Bidang industri yang merasakan manfaat SAS versi terbaru ini pun beragam, misalnya kesehatan, perhotelan, ritel, dan perbankan.
Khusus di Indonesia, sedikitnya 70% dari sekitar 50 pelanggan SAS bergerak di bidang perbankan dan jasa layanan keuangan, seperti asuransi dan perusahaan pembiayaan. “Selebihnya adalah lembaga pemerintahan, perusahaan riset, manufaktur, dan sektor pendidikan,” ungkap Erwin Sukiato (Country Manager SAS Indonesia).
Tambahan-tambahan dari SAS untuk versi 9.3 sangatlah mendalam, meliputi modul-modul SAS Predictive Analytics Suite, SAS Enterprise Miner, SAS Text Analytics, SAS High-Performance Analytics, dan SAS High-Performance Computing.

Prediksi Malware di Tahun 2012


Prediksi Malware di Tahun 2012
Memasuki tahun 2012, perkembangan threat dan keamanan dunia maya akan menghadapi tantangan dan kondisi yang semakin rumit. Di sisi lain, tumbuhnya kesadaran terhadap aspek tersebut sangat membantu menekan tingkat eskalasi serangan malware.
Berikut ini beberapa prediksi yang perlu menjadi catatan di tahun 2012:
1. Data statistik global yang dilansir Gartner menunjukkan, penggunaan OS Windows 7 pada komputer di dunia meningkat seiring berakhirnya tahun 2011 dengan share sebesar 42 persen, menggantikan posisi Windows XP di peringkat atas. Kondisi tersebut akan mengubah peta ancaman yang dikembangkan oleh pelaku kejahatan dunia maya. Di tahun 2012 diperkirakan akan ada perubahan signifikan dalam pengembangan malware menyangkut target serangan yang bergeser ke OS “baru” yaitu  Windows 7 dan Windows 8, dengan melakukan by pass pada mekanisme keamanan.
2. Konsekuensi lain perubahan dari Windows XP ke Windows 7 adalah penurunan tingkat infeksi Conficker. Worm yang muncul sejak November 2009 dan menjadi worm yang melegenda, sekaligus paling banyak ditemukan di tiga tahun terakhir.
3. Localized attacks akan terus berlanjut, yakni menggunakan jejaring sosial sebagai medium dengan bentuk serangan phishing dan trojans. Targetnya jelas, yaitu mencuri data terkait dengan perbankan yang tersimpan di komputer.
4. Hacktivism. Semakin maraknya serangan internet dengan latar belakang ideologi. Serangkaian serangan tersebut terjadi di beberapa bagian dunia. Pada 2012 diperkirakan akan mengalami peningkatan dan meluas pada bagian dunia lain. Oleh sebab itu, baik institusi maupun perusahaan sangat dihimbau untuk melengkapi sistem komputernya dengan kelengkapan keamanan demi mencegah serangan-serangan dari kelompok tertentu seperti  Anonymous atau semacamnya.
5. Data hasil curian menjadi komoditi yang diperjual belikan. Perdagangan informasi hasil curian akan makin marak dan digunakan untuk aktivitas legal. Fungsi pencarian informasi tersebut tentu saja dilakukan dengan memanfaatkan botnet yang tidak lagi terbatas mencuri alamat email dan password dan peminatnya terbatas pada spammer. Berikutnya botnet akan mengembangkan pencarian data secara masif dan sangat lengkap, informasi tersebut kemudian akan diperjual belikan, dengan target pembeli adalah perusahaan untuk mendorong lead generation perusahaan. Untuk kebutuhan itu, Botnet  melakukan pengumpulan informasi dengan modus tampil sebagai online form palsu.
6. Perangkat komunikasi mobile akan menjadi vector untuk melakukan penyerangan sebuah jaringan dan sistem-sistem penting lain. Pada PC, konfigurasi manual dan patch bisa dilakukan dalam hitungan hari sehingga threat bisa ditangani secara lebih cepat dan mudah. Sementara pada perangkat komunikasi mobile – smartphone butuh waktu lebih lama. Sehingga ketiadaan patch dan update tersebut membuat perangkat komunikasi mobile menjadi rentan terhadap ancaman dan penanganan threat-nya jauh lebih sulit.

2030, Manusia Bisa Tinggal di Bulan


JPNN
MOSKOW- Badan antariksa Rusia, Eropa, dan Amerika Serikat sedang dalam pembicaraan serius membahas pembangunan koloni manusia di bulan. Tengah dibahas apakah bentuk koloni berada di permukaan atau stasiun angkasa yang mengorbit di bulan. 

"Kami tak ingin hanya sekadar melangkah di atasnya (permukaan bulan)," kata Vladimir Popovkin, Kepala badan antariksa Rusia, Roscosmos, membocorkan bentuk koloni yang tengah dibicarakan dengan pejabat NASA dan European Space Agency (ESA) seperti diberitakan The Register, Selasa (24/1). 

Rusia sendiri lanjut Popovkin, ingin menggunakan kedua cara koloni tersebut. Keyakinan manusia bisa hidup di bulan, tambah Popovkin, didasari hasil temuan terbaru para ilmuwan yang menunjukkan di salah satu kutub bulan terdapat air. 

"Kita sekarang sedang membicarakan bagaimana memulai eksplorasi," ungkapnya. 

Kolonisasi bulan adalah langkah awal dari rencana besar program antariksa global, yang bertujuan mencari tempat tinggal alternatif bagi umat manusia di luar angkasa. Tujuan utama eksplorasi ini adalah Mars 

Orang terakhir yang tinggal di bulan adalah Eugene Cernan dan Harrison Schmitt. Keduanya tinggal selama 3 hari yang mendarat dan lepas landas menggunakan Apollo 17 pada tahun 1972. Ambisi Rusia terlibat program koloni di bulan berlangsung di tengah kegagalan misi Phobos-Grunts ke Mars awal tahun ini. 

Kolonisasi bulan diperkirakan baru bisa dimulai tahun 2030.(pra/jpnn)